Sabtu, 03 Agustus 2013

DIAGNOSA SIFILIS METODE VDRL ( Veneral Disease Research of Laboratories)

                                  CARA DIAGNOSA SIFILIS
 METODE VDRL ( Veneral Disease Research of Laboratories)                  
elitchgrup.com
A.      PENDAHULUAN
Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) / Serum atau Cerebrospinal Fluid (RPR) merupakan satu-satunya pemeriksaan laboratorium untuk neunurosipilis yang disetujui oleh Centers for Disease Control. Pemeriksaan VDRL serum bisa memberikan hasil negatif palsu pada tahap late sipilis dan kurang sensitif dari RPR. Penyakit Pemeriksaan VDRL merupakan pemeriksaan penyaring atau Skrining Test, dimana apabila VDRL positif maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan TPHA (Trophonema  Phalidum Heamaglutinasi). Hasil uji serologi tergantung pada stadium penyakit misalnya pada infeksi primer hasil pemeriksaan serologi biasanya menunnjukkan hasil non reaktif. Troponema palidum dapan ditemukan pada chancre. Hasil serologi akan menunjukan positif 1-4 minggu setelah timbulnya chancre. Dan pada infeksi sekunder hasil serelogi akan selalu pisitif dengan titer yang terus meningkat. Pasien yang terinfeksi bakteri treponema akan membentuk antibody yang terjadi sebagai reaksi bahan-bahan yang dilepaskan karena kerusakan sel-sel. Andibody tersebut disebut regain.
B.      TUJUAN PEMERIKSAAN
Untuk mendeteksi adanya antibody nontreponema atau Reagin.
C.      METODE PEMERIKSAAN
Slide
D.      PRINSIF PEMERIKSAAN
Adanya antibody pada serum pasien akan bereaksi dengan antigen yang menempel pada eritrosit ayam kalkun atau domba membentuk flokulasi ( gumpalan) atau aglutinasi
E.       SPESIMEN PEMERIKSAAN
Serum atau cairanotak
F.        ALAT  DAN BAHAN PEMERIKSAAN
1.       Slide pemeriksaan berlatar belakan putih
2.       Mikroskop
3.       Mikropipet
4.       Tip kuning
5.       Rotator
6.       Timer
7.       Batang pengaduk
G.     CARA KERJA
1.       Kualitatif
a.       Siapkan alat dan bahan yad dibutuhkan
b.      Ke dalam lingkaran slide dipipet 50 ul serum
c.      Tambahkan 50 ul atau 1 tetes antigen (reagen VDRL )
d.      Homogenkan dengan batang pengaduk
e.      Putar pada rotator kecepatan 100 rpm selama 4-8 menit
f.        Amati ada tidaknya flokulasi
2.       Kuantitatif
a.       Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
b.  Lakukan pengenceran berseri pada slide dengan cara 50 ul serum + 50 ul saline dihomogenkan kemudian hari campuran tersebut dipipet 50 ul dan diletakkan pada lingkaran ke dua pada slide yang sama kemudian tambahkan 50 ul salin dan homogenkan kembali lalu lakukan hal yang sam seperti pada lingkaran pertama sampai lingkaran terakhir dima pada pengenceran terakhir hasil pengenceran dibuang sebanyak 50 ul. Maka hasil pengenceran adalah 1/2 , 1/4 , 1/8, 1/16, 1/32, 1/64, 1/128.
c.       Kepada masing-masing pengenceran tambahkan 1 tetes ( 50 ul ) antigen VDRL ( reagen)
d.      Kemudian dihomogenkan dan diputar dengan rotator kecepatan 100 rpm selam 5-8 menit
e.      Amati ada tidaknya  flokulasi  setiap pengenceran dan tentukan titer pemeriksaannya ( yaitu pengenceran trerakhir yang masih menunjukkan flokulasi )
H.     INTERPRETASI HASIL
1.       Kualitatif
Laporan hasil cukup dengan menyebutkan non-reaktif, reaktif lemah atau reaktif
a.       REAKTIF               :  Bila tampak gumpalan sedang atau besar
b.      REAKTIF LEMAH:   Bila tampak gumpalan kecil-kecil
c.       NON REAKTIF     :  Bila tidak tampak flokulasi/gumpalan
2.       Kuantitatif
Tentukan titernya ( amati pngenceran trakhir yang masih menunjukkan flokulasi  ) misalnya  1/64
                                                                                                       `
I.        Hal-hal yang perlu diperhatikan
1.  Apabila specimen yang diterima adalah cairan otak maka specimen tersebut harus disentrifuge pada kecepatan 3000 rpm salam 5-10 menit
2.     Apabila serumnya lipemik baiknya disentrifuge pada kecepatan tinggi yaitu 10000 rpm selama 10 menit
3.      Serum yang lipemik dan lisis tidak boleh diperiksa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar